banner

author photo
lPenyakit diabetes melitus dan bahayanya
Bahaya Penyakit Diabetes Melitus dan Cara Pencegahannya. Jumlah pengidap diabetes di Indonesia menurut data WHO pada tahun 2009 mencapai 8 juta jiwa dan diprediksi akan meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025. Itu yang membuat Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Survey terhadap pengidap diabetes di Jakarta menunjukkan bahwa 1 dari 8 orang mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di kota maupun desa, memiliki risiko diabetes yang sama. Apa itu diabetes? Bagaimana gejala diabetes? Apa bahaya diabetes sehingga sering dijuluki "Sillent Killer" atau "Pembunuh yang Senyap"? Dapatkah diabetes melitus tipe 2 disembuhkan?

Diabetes Melitus

Nama lengkap diabetes adalah diabetes melitus yang berarti "gula madu". Istilah "diabetes melitus" berasal dari Bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti "mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer" dan dari Bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi "semanis madu".

Pengertian dari Bahasa Yunani dan Latin menggambarkan diabetes dengan tepat. Karena air melewati tubuh penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Air seni diabetisi (pengidap diabetes) rasanya manis karena mengandung gula. Dulu, salah satu tes untuk diabetes ialah dengan menuangkan air seni sang pasien ke dekat sarang semut. Jika serangga itu mengerumuni air seni, hal ini menunjukkan adanya gula. Itu sebabnya diabetes sering disebut sebagai penyakit kencing manis.

Apa itu Diabetes?

Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Dalam lambung dan usus, makanan diuraikan menjadi beberapa elemen dasarnya, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa. Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk menghasilkan energi.

Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas, sebuah organ di samping lambung. Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Dengan kata lain, insulin membantu menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Jika jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.

Penyebab penyakit kencing manis atau diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada 2 jenis diabetes yang umum terjadi dan diderita banyak orang yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes melitus tipe 2. Perbedaannya adalah jika diabetes tipe 1 karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes melitus tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang bukan karena pankreas tidak bisa berfungsi baik.

Diabetes Tipe 1

Penyakit diabetes tipe 1 sering disebut Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Melitus yang Bergantung pada Insulin. Jadi diabetes tipe 1 berkaitan dengan ketidaksanggupan pankreas untuk membuat insulin. Jadi diabetes tipe ini berkaitan dengan kerusakan atau gangguan fungsi pankreas menghasilkan insulin.

Penderita penyakit diabetes tipe 1 sebagian besar terjadi pada orang di bawah umur 30 tahun. Itu sebabnya penyakit ini sering dijuluki diabetes anak-anak karena penderitanya lebih banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin akibat kelainan sistem imun tubuh yang menghancurkan sel yang menghasilkan insulin atau karena infeksi virus sehingga hormon insulin dalam tubuh berkurang dan mengakibatkan timbunan gula pada aliran darah.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Karena kekurangan insulin menyebabkan glukosa tetap ada di dalam aliran darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Beberapa penyebab pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin pada penderita diabetes tipe 1, antara lain karena:
  • Faktor keturunan atau genetika. Jika salah satu atau kedua orang tua menderita diabetes, maka anak akan berisiko terkena diabetes.
  • Autoimunitas yaitu tubuh alergi terhadap salah satu jaringan atau jenis selnya sendiri—dalam hal ini, yang ada dalam pankreas. Tubuh kehilangan kemampuan untuk membentuk insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin.
  • Virus atau zat kimia yang menyebabkan kerusakan pada pulau sel (kelompok-kelompok sel) dalam pankreas tempat insulin dibuat. Semakin banyak pulau sel yang rusak, semakin besar kemungkinan seseorang menderita diabetes.

Perawatan Diabetes Tipe 1

Karena pankreas kesulitan menghasilkan insulin, maka insulin harus ditambahkan setiap hari. Umumnya dengan cara suntikan insulin. Apakah bisa dengan perawatan secara oral? Tidak bisa, karena insulin dapat hancur dalam lambung bila dimasukkan lewat mulut.

Cara lain adalah dengan memperbaiki fungsi kerja pankreas. Jika pankreas bisa kembali berfungsi dengan normal, maka pankreas bisa memenuhi kebutuhan insulin yang dibutuhkan tubuh.

Diabetes melitus tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Melitus Tanpa Bergantung pada Insulin. Berbeda dengan diabetest tipe 1, pada diabetes melitus tipe 2 masalahnya bukan karena pankreas tidak membuat insulin tetapi karena insulin yang dibuat tidak cukup. Kebanyakan dari insulin yang diproduksi dihisap oleh sel-sel lemak akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik. Sedangkan pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengatasi kekurangan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan naik.

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang sebagian besar diderita. Sekitar 90% hingga 95% penderita diabetes menderita diabetes melitus tipe 2. Jenis diabetes ini paling sering diderita oleh orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun dan cenderung semakin parah secara bertahap.

Penyebab Diabetes Melitus Tipe 2

Penyebab diabetes melitus tipe 2 karena insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak mencukupi untuk mengikat gula yang ada dalam darah akibat pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa penyebab utama diabetes melitus tipe 2 dapat diringkaskan sebagai berikut:
  • Faktor keturunan, apabila orang tua atau adanya saudara sekandung yang mengalaminya.
  • Pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Banyaknya gerai makanan cepat saji atau fast food yang menyajikan makanan berlemak dan tidak sehat.
  • Kadar kolesterol yang tinggi.
  • Jarang berolahraga.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
Semua penyebab diabetes melitus tipe 2 umumnya karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini membuat metabolisme dalam tubuh yang tidak sempurna sehingga membuat insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hormon insulin dapat diserap oleh lemak yang ada dalam tubuh. Sehingga pola makan dan haya hidup yang tidak sehat bisa membuat tubuh kekurangan insulin.

Perawatan Diabetes Melitus Tipe 2

Perawatan diabetes melitus tipe 2 adalah dengan memaksa fungsi kerja pankreas sehingga dapat menghasilkan insulin lebih banyak. Jika pankreas bisa menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh, maka kadar gula dalam darah akan menurun karena dapat diubah menjadi energi. Dalam banyak kasus, dapat diobati dengan minum pil, paling tidak pada awalnya, untuk merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin. Pil itu sendiri bukan insulin.

Namun pankreas bisa lelah menghasilkan insulin jika terus menerus dipaksa. Cara terbaik untuk mengatasi diabetes tipe 2 adalah dengan diet yang baik untuk mengurangi berat badan dan kadar gula, disertai dengan gerak badan yang sesuai.

Gejala Diabetes

Karena kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, maka beberapa gejala yang umum bagi penderita diabetes baik tipe 1 maupun diabetes melitus tipe 2. Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah. Secara umum, beberapa gejala yang terjadi antara lain:
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa sangat haus
  • Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba meski tidak ada usaha menurunkan berat badan. Hal ini karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.
  • Sering kesemutan pada kaki atau tangan.
  • Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok.
  • Jika mengalami luka, butuh waktu lama untuk dapat sembuh.
  • Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak.
  • Mudah merasa lelah.

Apakah Anda Terkena Diabetes?

Meski gejala-gejala tadi bisa menunjukkan seseorang menderita diabetes, namun cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengidap diabetes atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes? Berikut ini beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes di klinik.
  • Berapa kadar gula yang normal?
    Kadar gula setelah puasa:
    1. Normal: di bawah 100 mg/dl
    2. Pradiabetes: 100 - 126 mg/dl
    3. Diabetes: di atas 126 mg/dl

    Kadar gula 2 jam setelah makan:
    1. Normal: di bawah 140 mg/dl
    2. Pradiabetes: 140 - 200 mg/dl
    3. Diabetes: di atas 200 mg/dl
  • Tes darah
    Biasa dilakukan di laboratorium, yang dites adalah darah saat puasa dan postprandial. Sebelum melakukan tes, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila hasilnya diatas 140 mg/dl dapat berarti Anda menderita diabetes.
  • Tes Urine
    Urine atau air kencing diperiksa kadar albumin, gula dan mikroalbuminurea untuk mengetahu apakah seseorang menderita penyakit ini atau tidak. Tes ini juga dilakukan di laboratorium atau klinik.
  • Glukometer
    Tes ini dapat dilakukan sendiri di rumah bila memiliki alatnya. Caranya adalah dengan menusukkan jarum pada jari untuk mengambil sampel darah. Kemudian sampel darah diletakkan ke dalam celah yang tersedia pada mesin glukometer. Hasilnya tidak terlalu akurat, tetapi dapat digunakan untuk memantau gula bagi penderita agar apabila ada indikasi gula tinggi dapat segera melakukan pengecekan di laboratorium dan menghubungi dokter. Alat glukometer terkini sudah dirancang begitu mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit saat mengambil sampel darah.

Bahaya Penyakit Diabetes

Berikut ini beberapa bahaya serius yang diakibatkan diabetes.
  • Komplikasi Jangka Panjang
    Diabetes dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti serangan jantung, stroke, kebutaan akibat glukoma, penyakit ginjal, dan luka yang tidak dapat sembuh hingga infeksi sehingga harus diamputasi. Bahkan taraf yang paling mengerikan adalah kematian. Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Namun, tidak semua penderita diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini.
  • Hipoglikemia
    Walaupun tidak baik bila kadar gula tinggi, tetapi seorang penderita diabetes mellitus atau kencing manis ini dapat pula secara tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah di bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Ini juga sangat berbahaya karena dapat membuat penderitanya gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang tersinggung, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu. Mengkonsumsi glukosa, misalnya sari buah atau tablet glukosa, dapat menaikkan kembali kadar gula darah ke tingkat yang lebih aman hingga makanan lain dapat dikonsumsi.
  • Ketoasidosis
    Jika glukosa tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton. Keton menumpuk dalam darah dan mengalir ke dalam air seni. Karena keton ini lebih asam daripada jaringan tubuh yang sehat, kadar keton yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya kondisi serius yang disebut ketoasidosis. Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Cara Mencegah dan Mengendalikan Diabetes

Mengingat bahaya dan komplikasi yang dapat disebabkan penyakit diabetes, maka menghindari atau mengendalikan kadar gula yang tinggi adalah cara terbaik pencegahan diabetes. Bagaimana caranya?
  • Menurunkan berat badan. Lemak dalam tubuh dapat menyerap insulin.
  • Hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks.
  • Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mengandung banyak glukosa.
  • Minum banyak air.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari stres.
  • Hindari alkohol atau softdrink.
  • Hindari merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko, karena kebiasaan mereka merusak jantung serta sistem sirkulasi, dan mempersempit pembuluh darah. Sebuah referensi menyatakan bahwa 95 persen amputasi yang berkaitan dengan diabetes dilakukan pada para perokok.
  • Minum obat yang dianjurkan dokter untuk menurunkan kadar gula.
  • Bagi penderita diabetes tipe 1, pemberian insulin secara teratur perlu diberikan melalui terapi insulin.
Obat penyembuh diabetes memang tidak ada, tetapi dengan mengendalikan gula dalam darah, seseorang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih sehat harus dijalankan. Orang-orang yang menduga bahwa dirinya menderita diabetes hendaknya memeriksakan diri ke dokter yang telah berpengalaman dalam penanganan dan pencegahan penyakit diabetes.


Kenapa Pengobatan Diabetes dan Pencegahannya dengan Obat Alami?

Pengobatan medis yang diberikan pada penderita penyakit diabetes belum mampu mengatasi penyakit ini secara tuntas. Dengan  begitu efek pengobatan yang diberikan pun hanya bersifat sementara. Akibatnya penderita menjadi tergantung pada pengobatan yang ada tersebut. Inilah yang seharusnya dihindari karena penggunaan obat dalam jangka waktu yang lama pun tidak akan mampu mengatasi penyakit kencing manis yang diderita

Mengingat pengobatan medis belum secara menyeluruh mampu mengatasi diabetes, maka wajar saja jika sebagian besar penderita beralih ke metode pengobatan herbal. Salah satu alasan mengapa mereka beralih ke jenis pengobatan herbal ini adalah karena pengobatan herbal terbukti aman karena menggunakan bahan herbal alami sebagai komposisinya. Selain itu dengan bahan bahan herbal yang dipakai, obat herbal tidak menyebabkan ketergantungan dan efek samping.
Obat Alami Diabetes Amazon Berries Bekerja pada Akar Masalah Diabetes Melitus, yaitu Dengan Memulihkan Fungsi Pankreas
Amazon Berries berbeda dengan obat diabetes melitus dari dokter. Obat Diabetes Herbal Amazon Berries merupakan obat herbal yang sudah teruji secara medis/ilmiah mampu meregenerasi sel Beta Pankreas sehingga pankreas dapat berfungsi kembali dengan baik. Ini artinya pankreas dapat kembali menghasilkan insulin dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan sehingga gula darah menjadi normal dan stabil.

Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa akar permasalahan diabetes tipe 1 adalah kerusakan sel pankreas. Jadi, fokus pengobatan yang kita pilih seharusnya adalah metode pengobatan yang dapat memulihkan/meregenerasi sel pankreas yang rusak. Solusi terbaik untuk mengobati diabetes tipe 1 ini adalah dengan Obat Diabetes Herbal, Amazon Berries yang telah terbukti secara medis mampu memperbaiki sel pankreas yang rusak.
Obat Diabetes Herbal, Amazon Berries Menyeimbangkan Hormon, Sehingga Insulin Bisa Bekerja dengan Baik
Obat Diabetes Herbal, Amazon Berries berperan sebagai adaptogen yang dapat menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Jika sistem hormon dalam tubuh seimbang, maka insulin bisa menempel di permukaan sel dengan baik sehingga dapat berfungsi maksimal. Selain itu Obat Diabetes Herbal, Amazon Berries akan membantu memperbaiki sel pankreas sehingga dapat menjaga pankreas agar tetap sehat. Hasilnya adalah gula darah yang normal dan selalu stabil.

Kenapa obat diabetes herbal Amazon Berries yang menjadi pilihan?

Amazon Berries merupakan obat herbal alami yang diproduksi secara khusus untuk mengatasi masalah oksidasi dalam tubuh, meningkatkan stamina, memperlambat penuaan dini serta mampu menjaga vitalitas tubuh agar tetap prima dan fit.

Amazon Berries terdiri dari 6 buah pilihan yang memiliki kadar ANTIOXIDANT tinggi yang berperan penting untuk metabolisme tubuh yang terdiri dari : Acerola, Guarana, Acai Berry, Grape (Anggur), Xanthone (Kulit Manggis), dan Black Plum.

Kandungan Obat Diabetes Basah Amazon Berries
  1. Acai Berry :
    Semua nutrisi yang terkandung di dalam acai berry memberikan bantuan dalam memperbaiki metabolisme sel. Yang dilakukan adalah dengan meningkatkan energi yang tersedia untuk sel-sel untuk melaksanakan fungsi mereka. Akibatnya, resistensi terhadap insulin pun menurun. Selain itu acai berry kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 esensial yang dapat mencegah kerusakan sel-sel dalam tubuh, untuk mencegah stroke dan serangan jantung akibat komplikasi dari diabetes. Konsekuensi lain dari mereka yang memiliki diabetes adalah melemahnya sistem kekebalan tubuh. Acai berry mengandung vitamin A, B1, B2, B3 C dan E, juga kaya akan antioksidan dan antosianin, dimana semua ini memainkan peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh kita dan memperkuat dinding sel di dalam tubuh kita, sehingga mengurangi risiko penyakit. Acai berry akan meningkatkan sistem kekebalan ke tingkat yang lebih tinggi, meningkatkan perlindungan Anda.
  2. Guarana :
    Guarana dapat meningkatkan metabolisme tubuh, membakar lebih banyak kalori, serta meningkatkan kinerja atletik. Guarana membantu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen guarana memiliki memori yang lebih baik dan lebih berenergi.
  3. Acerola:
    Masyarakat di Brazil menggunakan acerola untuk mengobati berbagai jenis penyakit salah satunya diabetes. Acerola mengandung polifenol yang dapat membantu dalam mengurangi gula darah.

  4. Grape atau Anggur:
    Buah anggur memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung berbagai jenis senyawa metabolit sekunder, terutama golongan flavonoid, antosianin dan resveratol. Buah anggur membantu menjaga kestabilan gula di dalam darah, metabolisme lemak dan pembentukan jaringan ikat serta tulang. memperlancar aliran darah dalam arteri terkait dengan aktivitasnya terhadap sel-sel otot halus..
  5. Black Plum :
    Plum hitam sangat baik untuk penderita diabetes. Plum hitam memiliki fitur anti-diabetes dan dapat membantu untuk mengubah pati menjadi energi dan menjaga kadar gula darah Anda tetap normal. Plum hitam juga berkhasiat untuk mengurangi gejala diabetes seperti sering buang air kecil dan dapat meningkatkan energi.
  6. Kulit Manggis :
    Banyak pasien Diabetes tipe 1 dan Diabetes tipe 2 yang terbantu berkat suplemen xanthone atau kulit manggis. Xanthone, adalah antioksidan yang paling kuat ditemukan di alam dan juga telah menunjukkan sifat penyembuhan yang luar biasa dalam studi ilmiah di seluruh dunia. Satu penelitian yang diterbitkan dalam “International Journal of Integrative Biology” pada tahun 2009 difokuskan pada enzim alpha-glucosidase. Alpha-glucosidase meningkatkan reaksi yang terlibat dengan mencerna karbohidrat menjadi glukosa. Memperlambat pemecahan karbohidrat menjadi glukosa dapat membantu Anda mengatur kadar gula darah jika Anda memiliki diabetes tipe 2. Xanthone, di dalam kulit manggis berfungsi untuk menghambat aktivitas alpha-glukosidase, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu mengontrol diabetes tipe 2.
Untuk mendapatkan hasil terapi yang maksimal dianjurkan untuk mengonsumsi Obat Diabetes Herbal, Amazon Berries yang di kombinasikan dengan obat herbal teh K-Muricata, selama 3 bulan tanpa berhenti.

K-Muricata Obat Alami Diabetes

K-Muricata adalah obat diabetes herbal yang terbuat dari ekstrak daun sirsak dan tanaman keladi tikus.
K-Muricata Obat Alami Diabetes

Daun sirsak mengandung senyawa acetogenins yang mampu meregenerasi setiap sel tubuh yang rusak, tak terkecuali sel-sel beta pankreas. Sehingga sel beta pankreas dapat kembali bekerja seperti sedia kala untuk memproduksi insulin dalam jumlah cukup, sehingga kadar gula darah tetap dalam batasan normal, selain itu daun sirsak juga memiliki aktivitas anti-hiperglikemia yang bisa menurunkan kadar gula darah dengan cepat.

Sedangkan dalam ekstrak keladi tikus terkandung senyawa Ribozome Inactivating Protein ( Rips ) yang juga berperan aktif dalam proses regenerasi sel-sel tubuh. Selain itu Rips juga telah telah teruji secara klinis mampu mengatasi resistensi insulin yakni dengan mengembalikan sensitifitas sel-sel tubuh terhadap insulin, sehingga sel-sel tubuh dapat menggunakan insulin dengan efektif. Yang pada akhirnya kadar gula darah pun dapat terus terkontrol. K-Muricata sangat cocok digunakan untuk mengobati penyakit diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2.

Terputusnya terapi ini dalam 3 bulan pertama berarti Anda kembali ketahap awal lagi.

Penyembuhan dengan Obat Diabetes Herbal, Amazon Berries dan K-Muricata sifatnya tidak Instan. Tujuan utama terapi ini adalah menyeimbangkan sistem hormon tubuh dan memperbaiki sel alpha dan beta pankreas sehingga tubuh dapat memproduksi dan menggunakan insulin dengan baik seperti sedia kala. Hal ini perlu proses. Selama proses berlangsung, jangan menghentikan penggunaan obat dokter. Setelah proses 3 buan Anda dianjurkan untuk tes atau cek gula darah, untuk melihat perkembangan dari terapi tersebut.

Aturan Minum obat diabetes basah:
  •     K-Muricata 2 x 1 sachet sehari
  •     Amazon Berries 2 x 1 sachet sehari
Biasanya gula darah Anda akan mulai turun setelah kurang lebih 7 hari konsumsi rutin kedua obat diabetes herbal ampuh ini, namun  kami sangat menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi herbal dalam waktu minimal satu bulan atau hingga organ pankreas Anda sehat kembali dan resistensi insulin sudah teratasi. Karena organ pankreas yang sehat dan resistensi insulin yang teratasi, akan berakibat pada terjaganya kadar gula darah Anda untuk tetap berada di kisaran normal meskipun tidak mengkonsumsi obat penurun gula darah lagi.

Harga Obat Diabetes Ampuh
  •     K-Muricata 1 box ( isi 30 sachet ) Rp.600.000,-
  •     Amazon Berries 1 box ( isi 30 sachet ) Rp.1.200.000,-

Pantangan Makanan dan Minuman Bagi Penderita Diabetes Melitus

  1. Nasi putih, kentang, pasta, mie, dan roti putih. Sebagai alternatif sumber karbohidrat bagi tubuh bisa diambil dari gandum dan beras merah (tetap harus dibatasi)
  2. Gula dan makanan yang memiliki rasa manis
  3. Soft Drink
  4. Daging sapi
  5. Makanan berlemak tinggi
Selama Masa Terapi Pengobatan Diabetes Melitus, Anda Dianjurkan Untuk:
  1. Membatasi asupan karbohidrat yang diambil dari gandum dan beras merah.
  2. Batasi asupan gula Anda maksimal 3 sendok teh sehari. Gula jagung juga tidak dianjurkan untuk penderita diabetes karena sangat sulit terurai oleh tubuh.
  3. Berolahraga ringan minimal 15 menit setiap paginya.
  4. Minum air putih yang cukup.

Kisah Sembuh dari Diabetes

Kesaksian dari Opa Asan (76) & Oma Liena (72), dari Manado-Sulawesi Utara yang mengonsumsi Amazon Berries dan K-Muricata untuk mengobati Penyakit Diabetes dan Pencegahannya

Kurang lebih 25 tahun kami men­de­rita diabetes mellitus, setiap hari ka­mi harus konsumsi obat-obatan da­ri dokter. Jika kami tidak konsumsi obat dokter, gula darah kami selalu ting­gi. Sudah terlalu lama sekali kami kon­sumsi obat-obatan medis, me­nga­kibatkan ginjal bermasalah dan ka­mi juga harus konsumsi obat untuk me­ngurangi rasa sakit di pinggang.

Suatu hari saya (opa Asan) me­nga­lami luka goresan pada mata ka­nan, karena tergores daun jagung dan hampir setahun menderita sakit yang mendalam di mata dan kepala. Su­dah berobat ke dokter ahli mata di dae­rah kami, tapi tidak juga sembuh. Hing­­ga pada akhirnya anak kami mem­­bawa ke Jakarta, untuk pe­me­rik­saan lebih lanjut. Kata dokter lu­ka­nya akan lama untuk sembuh, ka­rena saya menderita diabetes. Hasil da­ri pengobatanpun tidak signifikan, ak­­hirnya anak saya membawa ke Ma­lay­­sia.

Setelah berobat lebih lanjut disana, ra­sa sakit sedikit berkurang karena di­te­tes­kan obat oleh dokter. Kemudian diadakan pemeriksaan lagi, kata dokter salah satu bola mata  yang terluka ada bakteri di­da­lam­nya dan sudah merusak korneanya, se­hingga tidak bisa melihat. Jika di ope­ra­s­i­pun harus melakukan pencangkokan kor­­nea mata, saya putuskan untuk tidak me­­lakukan operasi.

Setibanya di Jakarta, akibat capek dan stres gula darah saya naik drastis hing­­ga 500. Saya sudah konsumsi obat dokter, tapi gula darah saya te­tap tidak normal juga. Akhirnya anak sa­­ya mencoba meminumkan K-Muri­cata sebanyak 2kali sehari, selama 3 ha­­ri gula darah saya menjadi normal. Ha­­ri ke-4 hingga sekarang saya kon­sum­si K-Muricata 1 kali sehari saja, un­tuk me­ne­tralkan gula darah. Saya ju­ga kon­sum­si Amazon Berries 1 kali se­hari, lam­bat laun ginjal saya dan Istri ber­­­ang­sur sembuh.

Saya merasa sangat takjub, ka­re­na mata kanan yang tadinya sudah bu­ta kini sudah mulai melihat, walau pan­dangan masih kabur. Disamping itu saya teteskan ke mata yang rusak. Al­hamdulillah kini kami sudah tidak kon­­sumsi obat-obatan dokter lagi, ka­mi ha­nya konsumsi K-Muricata dan Ama­­zon Berries penyakit kami ber­ang­­sur sem­buh. Terima kasih anakku ber­­kat her­bal K-Muricata dan Amazon Ber­­ries ini, Mami dan Papi kini sema­kin sehat ■

Semoga informasi ini berguna untuk yang membutuhkan pengobatan Penyakit Diabetes dan Pencegahannya.


Sumber: Kenali diabetes melitus tipe 2,



1 komentar:

avatar
Berkah Walatra delete November 8, 2017 at 7:16 PM

Memang mantap nih blognya kawan
http://kapsulgamatemaswalatra.com

Reply


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Obat Alami